Pterygium – operasi atau dibiarkan saja

Pernahkan Anda mendengar kata pterygium?. bagi orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan seperti dokter, perawat mungkin akan cukup familiar dengan penyakit ini. Saya cukup lama menderita penyakit ini sejak kuliah semester 5 dan baru diangkat tahun 2011 lalu. Awalnya saya tidak mengerti tentang penyakit ini. Dari informasi yang saya dapatkan di Internet ternyata faktor penyebab utama dari penyakit ini adalah karena debu dan cahaya matahari yang langsung mengenai mata.

Memang pada tahun-tahun tersebut mata saya sangat sering terpapar oleh debu di jalan karena adanya pembangunan jembatan layang di daerah kordon Bandung. Jalan tersebut sehari-hari saya lalui untuk kuliah karena rumah kost di Sadang Serang sedangkan kampus berada di Dayeuh Kolot.

Saya sering ke dokter mata di RS Cicendo Bandung (RS khusus mata) dan berkonsultasi dengan dokter spesial mata di sana. Dari dokter spesialis mata saya dapatkan informasi bahwa penyakit tersebut dapat terjadi pada usia produktif karena aktifitas di luar ruangan yang cukup tinggi namun untuk melakukan tindakan operasi terhadap penyakit tersebut harus dipertimbangkan matang-matang oleh pasien karena tingkat kekambuhan dari penyakit tersebut cukup tinggi pada usia di bawah 40 tahun. Sehingga setiap kali ke dokter saya hanya diberi obat cendo cenfresh untuk mengurangi iritasi mata. Jika mata terkena sinar matahari atau debu atau berada dalam ruang ber-AC maka mata akan merah seperti layaknya orang yang sakit mata. Cukup mengganggu memang tapi menurut dokter ini hanya alasan kosmetik saja. Alhamdulillah pterygium saya sendiri termasuk yang tingkat penjalaran ke kornea mata tidak progressif atau cenderung lambat.

Suatu hari saya ke toko buku dan mendapatkan buku yang membahas tentang obat herbal untuk penyakit pterygium ini. Saya membeli buku tersebut dan mulai memesan obat dari distributornya. Saya cukup lama menggunakan obat tetes mata herbal ini dan memang tidak memberikan efek samping terhadap mata saya. Namun Allah SWT belum menakdirkan kesembuhan pterygium saya dengan obat tersebut. Saya sampai bertemu dengan penemunya langsung untuk berdiskusi karena rumah beliau berada di daerah Jakarta Selatan dan kebetulan dekat dengan kantor saya juga.

Hingga pada suatu saat pterygium saya sudah cukup mengganggu dan mencoba berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di RS Santosa Bandung yakni dr. Andriafi Syah, SpM. Dari hasil diskusi dengan beliau, sebenarnya informasi yang disampaikan sama dengan dokter-dokter sebelumnya yakni jika dilakukan tindakan operasi terhadap mata saya maka tingkat kekambuhan cukup tinggi untuk usia produktif seperti saya yakni di bawah 40 tahun. Namun dengan mantap saya putuskan untuk dilakukan pengangkatan pterygium saya dengan metode graft (kalau tidak salah ingat) dengan harapan semoga Allah memberikan kesembuhan dengan jalan ini tanpa kekambuhan lagi pasca operasi. Metode ini kurang lebih seperti ini penjelasannya: pterygium diangkat kemudian dilakukan sayatan pada jaringan sehat yang ada di bagian mata yang lain sesuai ukuran dari pterygium. Sayatan dari jaringan sehat tersebut ditempatkan di daerah pterygium yang telah dibuang dan dijahit. Jenis benang yang digunakan bersifat permanen di mata sehingga tidak perlu dicabut lagi.

Daerah pengambilan sayatan jaringan sehat dibiarkan begitu saja dan menurut dokter Insya Allah akan tumbuh dengan sendirinya. Awalnya cukup panik karena membuat mata saya merah pada bagian sayatan pada jaringan yang sehat serta daerah pterygium tersebut.

Proses operasinya sendiri Alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada kendala karena termasuk operasi kecil. Awalnya sempat ragu pada detik-detik sebelum operasi pengangkatan pterygium saya namun akhirnya terlaksana juga.  Dokter pun memberi jadwal operasi dan pihak rumah sakit terlebih dahulu menghubungi pihak asuransi yang menjadi penjamin dari seluruh biaya pre dan pasca operasi saya (Asuransi ini saya dapatkan dari kantor tempat saya bekerja – syukur Alhamdulillah ada jaminan dari kantor). Biaya pun disetujui oleh pihak asuransi karena memang masih dalam area pertanggungan dengan biaya kalau tidak salah kurang lebih tiga juta setengah rupiah(Rp. 3.5 juta).

Persiapan sebelum operasinya sendiri tidak terlalu rumit karena cukup memotong rapi rambut dan pemberian obat tetes antibiotik mata sehari sebelum operasi. Tindakan operasi berjalan sekitar satu jam-an yang dilakukan oleh dr. Andriafi syah, SpM dan dibantu oleh dua orang perawat. sebelum dan setelah operasi saya ditempatkan di sebuah ruang pre/pra operasi yang bersebelahan dengan ruang operasinya sendiri. Ruang tersebut cukup steril menurut saya dan merupakan tempat untuk relaksasi pikiran sebelum dan sesudah operasi.

Dua jam kemudian saya dibolehkan untuk pulang dan istirahat di rumah dan dibekali beberapa jenis obat diantaranya obat tetes mata (jenis antibiotik) dan obat yang diminum dan harus kontrol seminggu kemudian. Seluruh proses tersebut saya jalani dan sekitar satu bulan kemudian mata saya kembali normal sedia kala. Ya Allah, syukur Alhamdulillah engkau telah memberikan kesembuhan kepada hamba lewat tangan dari seorang dr. Andriafi Syah, SpM. Sampai saat ini saya masih melakukan pemeriksaan rutin jika ada kesempatan ke RS Santosa Bandung sambil menemani anak untuk imunisasi atau berobat walaupun sifatnya sudah tidak wajib lagi. Dari pemeriksaan rutin tersebut, menurut dr. Andriafi SpM, kekambuhan dari pterygium saya belum menunjukkan ke arah sana (Syukur Alhamdulillah Ya Allah). Saya juga tidak perlu menggunakan cendo cenfresh dalam waktu lama kecuali jika mata agak kering karena paparan sinar matahari atau debu atau karena berada dalam ruang AC.

Tindakan preventif yang saya lakukan adalah selalu menggunakan kaca mata yang lensanya cukup besar saat berada di luar ruang (kacamata pengayuh sepeda atau kacamata tukang las besi) yang bisa didapatkan di toko-toko sepeda atau di Ace Hardware atau di tempat lain. Tujuannya adalah untuk menghindari debu yang langsung mengenai mata.

Jadi bagi Anda yang menderita penyakit pterygium ini tetap harus memikirkan matang-matang apakah akan dilakukan tindakan operasi atau dibiarkan saja karena setiap orang akan berbeda-beda satu dengan lainnya terhadap tingkat kekambuhan pasca operasi.

Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit informasi bagi yang menderita penyakit pterygium dari sudut orang awam dalam dunia kedokteran.

Comments (14)

  1. reni says:

    sy penderita pytergium….sy sangan kecewa dngan hsl oprasi….oprasi baru tiga minggu….malah kambuh kembali…bahkan sampe sekarang tambah parah….sampai putus asa…mencoba alternatip ternyata tdk di trima di karenakan riwayat oprasi….

  2. Tri says:

    Trima kasih sharenya sobat,smoga lebih bermanfaat & smoga sehat slalu

  3. usman says:

    salam.

    saya salah satu pderita pterigium, sampe saat ini juga masih ragu2 utk melakukan operasi. saya sempat baca di web ttg obat mata herbal: http://www.terapimata.com/pterigium.htm.
    bagaimana menurut anda ttg obat tsb. terima kasih

  4. Mungkin untuk keputusan operasi harus dipertimbangkan matang-matang karena setiap orang berbeda-beda pak. Dari komentar sebelumnya juga ada yang mengatakan bahwa baru tiga minggu operasi sudah tumbuh lagi.

    Mengenai obat tetes mater herbal saya juga sudah bahas tapi tentu saja jenisnya berbeda dari link yang ada berikan.

    Di tulisan saya di atas juga memberikan link obat tetes mata yang dulu sempat saya pakai.

    Demikian semoga bermanfaat.

  5. Muhajir says:

    Saya penderita pterigium sejak tahun 1989 dan sudah 7 kali operasi, terakhir tahun 1999 sampai sekarang masih aktif terus, rencana mau konsultasi lagi n operasi

  6. Anie Rahayu says:

    Saya baru 3 hari ngerasain sakit mata dan saya langsung ke spesialis mata . Rs fatmawaty…dokter menjelaskan jika sy terkena pterigium….
    Sedikit takut dengan vonis penyakit itu setelah sy baca artikel itu sedikit lega..
    Mksh atas shared’nya ya…

  7. citra says:

    kalo ad yg tau opersi pterigium gratis ,please email ke yellocell@yahoo.co.id.thankyou

  8. nita says:

    kaka saya juga penderita prerygium. dan telah melakukan operasi empat bulan yang lalu. setelah operasi sempat sembuh tapi sekarang kambuh lagi ..

  9. Mbak Nita, sebagaimana penjelasan saya di tulisan di atas, tingkat kekambuhan seseorang akan berbeda-beda mbak. Tidak ada jaminan setelah operasi tidak akan tumbuh lagi.

  10. ivana says:

    sy penderita pterygium…tp sy msh takut utk oprasi,takut jg efeknya penglihatan bertambah kurang…..klo menurut mbak stlh oprasi penglihatannya mmsh seperti dl atw tmbh buram?

  11. Handoyo Prasetyo says:

    Pak Askari Azikin mohon info, pasca operasi pterigium, apakah merasa nyeri sekali, dan apakah diberi obat penahan sakit?. Terima kasih atas pencerahannya.

  12. Pasca operasi saya juga mengalami hal yang sama pak, ini efek dari jahitan dan sayatan yang dibuat saat operasi. Seingat saya juga dulu, ada di beberapa tempat cukup sakit, begitu konsultasi ke dokternya, beliau mengatakan kalau ini efek dari benang yang tidak menyatu dengan mata pak, jadi waktu itu sempat dicabut benang di satu tempat di mata. Dan Alhamdulillah hilang setelah benangnya di angkat. Demikian semoga bermanfaat.

  13. EMY says:

    saya juga penderita peterygium dioperasi 6 minggu yang lalu tapi sampe skrg mata saya belum kembali normal, msh merah dan msh keliatan benang jaitannya, kata dokter yg operasi benangnya bisa dicabut bisa juga tidak kira-kir 6 bulan kemudian bru bisa menyatu dgn daging, trus sy coba konsul dengan dr. lain untuk perbandingan kata dokter ini benangnya harus dicabut krn mmg ada 2 jenis benang ada yg bisa dicabut ada juga tidak dan yg dipake ke saya ada lah benang yg harus dicabut, sy jadi bingung dokter yg mana yg harus sy dengar

  14. Betul mbak Hasmiah,
    Dari informasi yang diberikan oleh dokter saya waktu operasi, beliau menggunakan jenis benang yang bisa menyatu dengan daging mata sehingga tidak perlu dicabut (waktu ini lupa bahan benangnya berasal dari mana karena sempat disebutkan oleh dokter) dan jenis kedua adalah tipe benang yang harus dicabut. Berdasarkan pengalaman saya dulu, walaupun jenis benang yang dipakai termasuk yang jenis pertama, tapi di satu tempat saya merasakan sakit dan begitu konsul ke dokter, satu bagian dari jahitan di mata saya dilepas oleh dokter ybs karena efek tadi. Sisanya dibiarkan hingga saat ini. Demikian penjelasan dari saya dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Youtube Video